My Photo
MAZPRAM - TANJUNGPINANG - BINTAN ISLAND, KEPULAUAN RIAU, Indonesia

Tuesday, December 7, 2010

MERENUNG KEMBALI 1 MUHARRAM 1432 HIJRIYAH

3 M : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang paling kecil dan Mulailah saat ini juga.

Hari ini marilah bersama saya merenungkan kembali akan kejadian-kejadian yg telah lewat, baik itu hal-hal yang baik dan positif juga yang sebaliknya. Usia manusia memang tak ada yang tahu kapan waktunya. Saya jadi teringat semua salah dan dosa, jika saya memikirkan kematian, tapi setelah saya larut lagi dalam kenikmatan duniawi apapun bentuknya saat itu pun saya lupa akan kematian. Astaghfirullah. Setiap Insan, pasti ingin berusaha untuk selalu menjadi lebih baik, untuk selalu terus belajar dan memperbaiki diri dan amalan. Masalahnya Bilakah saat kita akan menjemput ajal, kita sudah siap menghadapinya..? saya semakin larut bermuhasabah.

Saya jadi ingat sebuah syair yang tiba-tiba menyelinap dalam benak saya :

Wahai Tuhan ku tak pantas ke surga Mu

Tapi tak juga aku sanggup ke neraka Mu

Ampunilah dosaku

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun

Terhadap dosa-dosa besar

Sekedar mengingatkan, hari ini adalah awal kehidupan kita di tahun 1432 Hijriyah. Semoga kita bisa banyak mengambil hikmah dari perjalanan hijrah itu. Hijrah dari yang tidak bergerak menuju ke yang bergerak, dari yang tak hidup menjadi hidup. Dari yang tak berarti menjadi berarti.

Tak perlu pawai keliling kota untuk memperingati Tahun Baru Islam. Tanpa hingar bingar liputan media dan tanpa sambutan pesta diskon supermarket seperti menyambut Tahun Baru Masehi, umat Islam akan merayakan Tahun Baru 1 Muharram 1432 Hijriyah pada tanggal 07 Desember 2010. Sekedar meningatkan saja, karena berdekatan waktunya, sepertinya banyak yang tidak sadar soalnya. Apalagi sampai tiup-tiup terompet sagala, gak penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa sadar bahwa Tahun Baru Islam itu memang ada dan masih ada. Bukan sekedar sejarah masa lalu. Tapi betul-betul nyata hingga hari ini dan nanti. Kemudian mengambil sedikit waktu untuk merenung: "tentang pribadi kita, sudahkah berarti buat siapa saja".....? Saya merenung, anda merenung, kita merenung, dan pemimpin kitapun turut merenung. Merenung, bukan termenung !!!

Tahun baru hijriah bagi umat Islam merupakan hari yang sangat bersejarah. Bahkan lebih bersejarah daripada sejarah revolusi di belahan dunia mana pun. Peringatan ini mengingatkan kita kepada kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW. bersama para sahabatnya menuju kota Yatsrib (sekarang Madinah). Perjalanan yang penuh dengan liku perjuangan sebagai tanda perpindahan suasana dan zona kenyamanan menuju zona kenyamanan perjuangan yang lebih baik dan maksimal. Sehingga dari peristiwa inilah awal mula perkembangan Islam secara pesat di seluruh belahan dunia.

Kala itu, belum ada penetapan tahun hijriah apalagi penamaan bulan-bulan hijriah, hingga pada zaman Khalifah Umar bin Khattab dipandang perlu untuk mengenang episode-episode perjuangan Rasulullah SAW. dan para sahabatnya, sebagai pemecut jiwa-jiwa orang-orang yang beriman untuk senantiasa berjuang demi kehidupan yang lebih baik. Dan ditetapkanlah bahwa bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam siklus tahun hijriah.

Napak tilas perjuangan Nabi bersama para sahabatnya ini, sebaiknya bisa menjadi perenungan yang mendalam bagi umat Islam sekarang. Bahwa suatu perjuangan hidup tidak akan pernah mengalami peningkatan dan menemukan momentum yang dahsyat jika kita tidak pernah melakukan suatu perubahan. Arti Hijriah atau Hijrah disini jangan hanya diartikan perpindahan posisi raga, namun juga selayaknya diartikan sebagai perpindahan jiwa dan semangat.

Seseorang yang sebelumnya sudah berada dalam posisi nyaman dan dirasa tidak perlu lagi melakukan perubahan dalam hidupnya, entahlah gaji yang sudah mapan, hidup sudah layak, dan sebagainya, tidak sepantasnya berbangga hati dulu, karena sesungguhnya Tuhan atau Allah sudah menyediakan tempat dan posisi yang lebih nyaman dari posisinya saat ini. Sikap bersyukur itu tentu harus dikembangkan, namun bukan hanya sebatas dalam ucapan. Sikap bersyukur seharusnya diimplementasikan dalam berbagai segi kehidupan, seperti semangat melakukan evaluasi diri, semangat untuk meningkatkan hasil dan kinerja, dan semangat merubah pola kehidupan. Karena sebenarnya Allah tidak menyukai orang-orang yang hidupnya monoton, tanpa peningkatan hasil. Namun Allah menyukai orang-orang yang senantiasa memiliki etos kerja yang tinggi demi meningkatkan hasil kerja yang signifikan, lalu diiringi sikap pasrah atas hasil yang nanti akan diperoleh.

Orang Islam sangat diajarkan oleh Nabi agar selalu memiliki daya juang tinggi, di manapun, kapan pun, dengan cara apapun. Karena sebenarnya akal pikiran yang diberikan Allah pada kita sangat bebas untuk melambungkan kita ke posisi apapun, hanya sikap rendah hati dan bersyukur saja yang akan membimbing kita selalu berjuang secara signifikan dan penuh tawakkal.

Di awal tahun 1432 Hijriah ini, mari kita evaluasi diri, sudah sejauh mana kita melangkah, seberapa keraguan yang senantiasa menghambat gerak langkah kita untuk maju merubah hidup kita dan sekitar kita, sudahkah tindakan dan sikap kita merubah diri kita dan orang sekitar kita, bagaimana dengan amalan kita, karena sesungguhnya segala perubahan itu selalu dimulai dari diri kita. Mari kita songsong tahun 1432 Hijriah dengan semangat yang baru, semangat untuk melakukan perubahan yang lebih dahsyat dari sebelumnya, perubahan yang tidak hanya diri kita yang merasakan, namun juga orang-orang di sekitar kita. Agar implementasi dari napak tilas sejarah Rasulullah yang sudah begitu dahsyat mengubah hidup banyak orang, bisa juga kita rasakan saat ini. Alangkah indahnya jika kita mampu memberi warna-warna ceria dalam kehidupan dan memupus keluh kesah di wajah-wajah orang-orang kebanyakan. Betapa senang hati ini jika perubahan yang kita lakukan bisa membuat nuansa baru yang lebih baik dan lebih membawa ketenangan serta kedamaian di hati banyak orang.

Buat saya pribadi ini menjadi momentum penting dengan membuka lembaran hidup baru. Saya berusaha untuk betul-betul membuat suatu perubahan yang nyata dan ada juga perubahan fisik yang akan membantu mengingatkan saya akan niat saya hari ini. Untuk memulai lembaran baru ini caranya menurut saya tidak rumit, cukup gunakan jurus 3M yang sudah terkenal yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang paling kecil dan Mulailah saat ini juga.

Memaknai Tahun Baru Hijrah

Menjadikan momentum Tahun Baru Hijrah untuk melakukan muhasabah (koreksi/instrospeksi/perenungan) atau mengisinya dengan kegiatan-kegiatan seni tentu sah-sah saja selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun demikian, yang lebih layak dan pantas dilakukankan adalah bagaimana kita menjadikan Tahun Baru Hijrah itu lebih bermakna.

Tahun Hijrah dalam sejarahnya bertitik tolak dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW. dari Makkah ke Madinah. Para ulama memahami bahwa Hijrah Nabi saw. itu merupakan satu titik baru pengembangan dakwah menuju kondisi masyarakarat yang lebih baik. Sebab, selama berdakwah di Makkah, Rasulullah saw. banyak mengalami kendala berupa tantangan dan ancaman dari masyarakatnya sendiri, kaum kafir Quraisy. Kondisi buruk itu terus berlangsung selama kurun waktu 13 tahun sejak Nabi Muhammad saw. menerima risalah kerasulan. Pada saat yang sama, di Madinah dakwah Rasul saw. mendapatkan sambutan yang cukup baik. Beliau pun melihat adanya peluang bagi tegaknya kekuasaan Islam di sana. Oleh karena itu, Nabi saw. pun—sesuai perintah Allah—melakukan hijrah; beliau meninggalkan tanah kelahirannya di Makkah menuju Madinah. Di Madinahlah Rasulullah saw. berhasil memantapkan dakwah Islam sekaligus menegakkan kekuasaan Islam dalam institusi Daulah Islamiyah.

Makna Hijrah

Secara bahasa, hijrah berarti berpindah tempat. Sedangkan secara syar‘i, para fukaha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari darul kufur ke Darul Islam. (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276).

Darul Islam dalam definisi di atas adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syariat Islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan yang keamanannya berada di tangan kaum Muslim. Sebaliknya, darul kufur adalah wilayah (negara) yang tidak menerapkan syariat Islam atau keamanannya bukan di tangan kaum Muslim, sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Definisi hijrah semacam ini diambil dari fakta Hijrah Nabi saw. sendiri dari Makkah (yang saat itu merupakan darul kufur) ke Madinah (yang kemudian menjadi Darul Islam). Walhasil, hijrah adalah momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah yang membentuk tatanan masyarakat yang baru, yakni masyarakat Islam.

Hijrah telah mengubah kaum Muslim yang pada awalnya merupakan kelompok dakwah di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. menjelma menjadi suatu umat yang memiliki kemuliaan, kedudukan, dan kekuasaan. Rasulullah saw. pun akhirnya menjadi seorang penguasa (hakim) yang menjalankan pemerintahan dan kekuasaan berdasarkan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepadanya. Hijrah telah mengubah masyarakat Madinah yang terpecah-pecah dalam sejumlah kabilah menjadi satu umat dan satu negara di bawah kepemimpinan risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Hijrahlah yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam yang memiliki peradaban yang luhur karena diliputi oleh nilai-nilai dan hukum-hukum Allah.

Dengan demikian, dengan Hijrah, kekufuran lenyap digantikan oleh keimanan; kejahiliahan musnah tertutup cahaya Islam; darul kufur terkubur oleh Darul Islam; dan masyarakat Jahiliah pun berubah menjadi masyarakat Islam.

Walhasil, melihat fakta hijrah Rasulullah saw. di atas, sejatinya kita dapat menangkap makna hakiki dari peristiwa tersebut. Makna hakiki hijrah Rasulullah saw. tidak lain adalah berpindah dari sistem Jahiliah ke sistem Islam. Hijrah semacam inilah yang juga sejatinya harus dilakukan kembali oleh kaum Muslim saat ini, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan kaum Muslim pada masa lalu. Itu tidak lain harus dilakukan dengan cara mengubah negeri-negeri Muslim saat ini yang berada dalam kungkungan sistem kufur, yakni sistem kapitalis-sekular, lalu membentuk satu negara, yakni Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah.

Perisitiwa Penting :

1 Muharram

Khalifah Umar Al-Khattab menetapkan adalah hari pertama bagi setiap tahun baru Islam (Kalendar Hijriah) atas usul sahabat Ali bin Abi Thalib..

10 Muharram

  • 10 Muharram - Dinamakan juga Hari Asyura. yakni pembantaian cucunda Rasulullah SAW, al Huseyn bin Ali, di padang Karbala, oleh tentara-tentara Yazid bin Muawiyah. Kepala beliau dipenggal dan diarak sampai Damaskus. Keluarga beliau termasuk anak2 dibantai dan dibunuh, terkecuali wanitanya yang kemudian dijadikan tawanan perang….
  • Nabi Adam bertaubat kepada Allah.
  • Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
  • Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
  • Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
  • Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
  • Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
  • Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah.
  • Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
  • Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
  • Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
  • Kesalahan (??) Nabi Daud diampuni Allah.
  • Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
  • Hari pertama Allah menciptakan alam.
  • Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
  • Hari pertama Allah menurunkan hujan.
  • Allah menjadikan ‘Arasy.
  • Allah menjadikan Luh Mahfuz.
  • Allah menjadikan alam.
  • Allah menjadikan Malaikat Jibril.
  • Nabi Isa diangkat ke langit

Renungan Do’a ku :

Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk aku, dengan penuh kemuliaan, tetapi setelah ku tercipta, kujalani hidupku dengan kenistaan.

Hijrahku ditahun lalu masih jauh sekali dari kekurangan, aku sadar ya Allah bahwa aku masih sering melakukan dosa…

Saat kudengar azan dan masuk waktu sholat aku masih sering menunda sholatku dengan menyibukkan diri dengan urusan diniawi, lebih mementingkan pekerjaanku, menonton acara TV dan pulas tidur.

Bila ku bersedekah masih ada yang memberatkan dalam hati, masih memilih-milih lembaran uang ketika akan memberikan ke kotak infaq padahal rejekiku itu sudah ada Engkau yang tetapkan untukku ya Allah.

Puasa sunahku ? masih belum berjalan rutin dan hanya saat-saat tertentu saja…

Membaca Al Qur’an… entah mengapa di tahun lalu malah aku tidak rutin lagi melakukannya di setiap pagi…

Qiyamul Lail ku… masih jarang dan selalu harus dimotivasi sedangkan sholatpun masih belum kudapatkan kekhusu’annya.

Untuk ibundaku tercinta sampai saat ini belum dapat kusenangi hatinya bahkan masih saja kubebani, untuk menanyakan kabar saja masih bisa terlupakan karena hanya memikirkan kesibukan sendiri.

Ketika saudaraku, adik-adikku meminta bantuan masih saja belum bisa dipenuhi bahkan kadang terlupakan kalau sebenarnya masih ada saudara dan adik-adikku yang membutuhkan bantuanku.

Dalam pergaualanku juga masih melakukan kesalahan disana sini yang bisa membuat orang sakit hati, mungkin saja salah satunya anda yang membaca tulisan ini.

Ya Allah… aku memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi apakah aku masih dapat Engkau berikan kesempatan untuk terus berusaha mendapatkan kemuliaan itu kembali dihadapanMu sampai di akhir hidupku?

Ya Allah berilah aku kesempatan untuk memperbaiki diriku ini, berikan aku kesempatan untuk lebih mendekatkan diriku padaMU ya Rabbi… berikan aku petunjuk agar aku selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi. Aku akan berusaha merubah segala sikap, sifat dan perbuatanku yang telah salah selama ini kepada orang-orang terdekatku, terutama mereka yang sangat aku kasihi, aku cintai dan aku sayangi.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, di awal tahun baru hijriyah 1 Muharam 1432 H ini hamba bulatkan tekad untuk bisa kembali kepada jalan yang Engkau Rahmati, yang penuh hidayahMu, dan yang Engkau Ridhoi.

Hanya kepada Engkau hamba memohon ampun, memohon pertolongan dan mohon kekuatan, semoga ditahun baru hijriyah 1432 H ini hamba bisa jauh lebih baik dari tahun 1431 H, dan dengan ijinMu ya Allah jadikanlah hari-hari hamba hari demi hari di tahun 1432 H ini akan terus semakin lebih baik dan bisa menjadi yang terbaik.

Untuk itu mari kita juga berusaha sekuat tenaga untuk bias terus istiqomah menjalankan perintah-perintah Nya serta menjauhi apa-apa yag di larang Nya sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Semoga tahun kemarin menjadi pijakan untuk melangkah kedepan, menuai hasil yang baik atas apa yang telah kita kerjakan dan dapat memperbaiki segala kesalahan diri agar tahun baru ini dapat menjadi pribadi yang baik. Dan juga Allah SWT memberikan kekuatan untuk menjadikan amal ibadah kita menjadi lebih baik, dan bermanfaat bagi orang lain....Amiiiiieennn.


“Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka”

“SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1432 HIJRIYAH”


Semoga hari esok lebih baik dai hari kemarin Amien yaa robbal ‘alamiin..






DAFTAR LINK SOBAT BLOGER MAZPRAM